[ad#adbrite460]
(resume)
Salah satu aspek yang terpenting dari diutusnya Rasulullah s.a.w adalah disebutkan dalam ayat:
Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. (Ali Imran : 164)
Dari ayat di atas dijelaskan bahwa setelah dibacakan ayat-ayat Allah adalah membersihkan jiwa – dan mengajarkan Al kitab (al quran) dan al hikmah (sunnah).
Disini penyucian hati (jiwa) menjadi sangat penting.
Karena itulah kelak di hari kiamat Allah menyatakan:
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (Assyu’araa : 88-89)
Pentingnya kebersihan hati ini juga disinggung oleh Rasulullah s.a.w dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan oleh al Bukhari yang artinya:
di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, jika baik maka baiklah selurunya jika rusak maka rusaklah semuanya. Dan itu (segumpal darah) disebut al qalb (hati)
Oleh karena itu apa yang tampak di luar manusia seperti sifat sifat: dengki, iri, sombong dan sebagainya adalah merupakan refleksi dari hati orang tersebut.
Selanjutnya bagaimana cara Rasulullah s.a.w membersihkan hati itu, sehingga bisa merubah orang-orang seperti sahabat radliyallahhu anhu?
Tentu tidak ada manusia yang akan menyamai generasi sahabat, akan tetapi kita bisa mengikuti cara yang ditunjukkan Rasullah s.a.w sehingga mempunyai kapasitas seperti para sahabat. Karena orang-orang yang seperti itu banyak contohnya, sebut saja Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Taimiyyah, Shalahuddin al Ayyubi, dan seterusnya.
Insya Allah di pertemuan yang akan datang kita akan bahas bagaimana cara rasulullah membersihkan hati para sahabat.
[ad#adcamp450]

aga susah kayaknya, lagian jurinya arswendo atmowiloto, lagian itu iseng aja, nyoba2, hehehee…
ini dual artikel? lagi males nulis ya, hehehee…
Salam pak…
waduh siang2 berkunjung dapet ilmu baru nich…makasih pak..saya jd ikut belajar nich…:)