Home > Uncategorized > Poetry : Gaza City – Nathalie Handal

Poetry : Gaza City – Nathalie Handal

Puisi : Kota Gaza

I stay in a gray room on a bed with gray blanket
aku duduk di atas kasur di ruang yang suram dengan selimut yang sudah pudar

And wait for the muezzin to stand up
dan menunggu muadzin untuk bangun

The chants enter my window and I think of all
lantunan (sang muadzin) memasuki jendelaku dan aku kira semua

those men and women bowing in prayer, fear escaping
orang-orang laki-laki dan perempuan pada ruku dalam sholatnya, ketakutan meninggalkan

them at every stroke, a new sadness entering
mereka di setiap serangan, sebuah kesedihan baru memasuki

their spirit as their children line up in the streets
jiwa mereka, ketika anak-anaknya berbaris di jalanan

like prisoners in a death camp.
seperti tahanan di kamp kematian

I walk towards the broken window
aku berjalan melintasi jendela yang rusak

my head slightly slanted and try to catch a glimpse
kepalaku sedikit berpaling dan mencoba menangkap sepintas

of the city of spirits—those killed
kota dari para ruh – mereka yang terbunuh

who pass through the narrow opening of their tombs.
yang melintasi celah sempit yang terbuka di kubur-kubur mereka

My hands and the side of my right face
Tangan-tanganku dan bagian dari sebelah kanan mukaku

against the cold wall, I hide like a slut, ashamed.
menempel pada tembok yang dingin, aku sembunyi seperti pelacur, yang merasa malu

I pull the collar of my light blue robe so hard
aku tarik krah gaunku biru mudaku dengan keras

it tears, one side hanging as everyone’s lives hang here.
hingga robek, satu sisinya tergantung seperti tergantungnya setiap jiwa disini

My fingers sink deep into my flesh,
jari-jariku terbenam sangat dalam pada kulitku

I scratch myself, three lines scar my chests,
aku gores tubuhku, tiga garis membekas pada dadaku

three faiths pound in my head and I wonder
tiga keyakinan membentur kepalaku dan aku bertanya-tanya

if God is buried in the rubble. Every house is a prison,
apakah Tuhan dikubur di antara puing-puing. Setiap rumah adalah penjara

every room a dog cage. Debke is no longer part of life,
setiap ruangan adalah kadang anjing. Debke sudah bukan bagian dari kehidupan lagi
only funerals are. Gaza is pregnant
hanya upaca kematian, Gaza sedang hamil

with people and no one helps with the labor.
dengan orang-orang dan tak seorangpun membantu kepayahannya

There are no streets, no hospitals, no schools,
Tak ada jalan-jalan, tak ada rumah sakit, tak ada sekolah

no airport, no air to breathe.
tak ada bandara, tak ada udara untuk bernapas

And here I am in a room behind a window,
dan aku disini di ruangan dibalik jendela

helpless, useless.
tak berdaya, tak berguna

In America, I would be watching television
di Amerika, aku mungkin sedang nonton televisi

listening to CNN saying the Israelis demand,
mendengarkan CNN mengemukakan tuntutan Israel

terrorism must stop. Here all I see is inflicted terror,
terorisme harus dihentikan. Di sini semua yang kulihat adalah benar-benar mencekam

children who no longer know they are children.
anak-anak yang sudah tidak tahu kalau mereka masih anak-anak.

Milosevic is put on trail, but what about Sharon?
Milosevic sudah diseret ke pengadilan, tapi bagaimana dengan Sharon?

I finally get dressed, stand directly in front of the window
akhirnya aku benahi pakaianku, berdiri tepat di depan jendela

and choke on my spit as the gun shots start,
dan menahan ludahku ketika tembakan-tembakan mulai terdengar

the F-16 fighter jets pass in their daily routine.
pesawat-pesawat jet F-16 melintasi sebagaimana biasanya

***

PS:
This poetry is taken from the collected poetry entitled Made in Palestine and written on May 3 through October 23, 2003.

Source: http://www.stationmuseum.com/made_in_palestine-Nathalie_Handal/handal.html


Add a Facebook Comment

  1. zoel Feb 2nd, 2009 @ 11:22 | #1

    wahhh bagus juga…

  2. Tip SEO Feb 4th, 2009 @ 10:11 | #2

    alhamdulillah.. semoga orang orang di gaza city tetap berada dijalan-Nya

  3. kidungjingga Feb 4th, 2009 @ 12:20 | #3

    mmmhh… miris deh mas baca puisi ini….

  4. FaNZ Feb 5th, 2009 @ 12:55 | #4

    puisinya sedih :(

  5. Fahrisal Akbar Feb 6th, 2009 @ 03:53 | #5

    Maju terus Gaza…. :D

  6. Didien® Feb 6th, 2009 @ 11:07 | #6

    ini pusisi yah.. ??? :mrgreen:

  7. Didien® Feb 6th, 2009 @ 11:07 | #7

    bukan lagu sinden gitu..?? kek waljinah..?? hahaha.. :lol:

  8. Didien® Feb 6th, 2009 @ 11:08 | #8

    hatrixxxxxx hihiihihiii…. *jangan protess*

  9. Didien® Feb 6th, 2009 @ 11:09 | #9

    bonusnya saya kasih hehehehe…. hahahah..huhuhuhu :lol:

  10. ekayunizar Feb 6th, 2009 @ 11:34 | #10

    Lau denger kata Gaza..rasanya sedih aja…g tau napa :)

  11. ok Feb 6th, 2009 @ 11:37 | #11

    hiks…keren..terharu…biru, merah, kuning, ijo… :sad:

  12. ok Feb 6th, 2009 @ 11:38 | #12

    hiks…puisinya keren…terharu… :sad:

  13. langitjiwa Feb 6th, 2009 @ 16:34 | #13

    mas,sdh aku kirim puisinya via email.
    sblmnya matur suwun sangat sdh mau diterjemahkan.
    salamku

  14. achoey Feb 7th, 2009 @ 10:46 | #14

    Puisi ini bener2 indah :)

  15. achoey Feb 7th, 2009 @ 10:47 | #15

    Dan tahukah kau sobat
    Blog ini yg mempermudah banyak orang bisa mencernanya

  16. achoey Feb 7th, 2009 @ 10:48 | #16

    Semangat!

    Hehe ketularan virus nih :D

  17. bujanglahat Feb 7th, 2009 @ 11:18 | #17

    Selamat pagi mas… :)

  18. bujanglahat Feb 7th, 2009 @ 11:19 | #18

    hehehe… aku kena juga virus ini mas…

  19. bujanglahat Feb 7th, 2009 @ 11:21 | #19

    Semoga perdamaian itu cepat datang.. :)

  20. bujanglahat Feb 7th, 2009 @ 11:22 | #20

    satu lagi mas…
    ada anti virus ini nggakk… aku juga kena virus neh..

  21. masicang Feb 7th, 2009 @ 23:03 | #21

    mhmh… suasana sendu yang menyayat. kenapa setiap kali memikirkan kata gaza selalu ada darah ya?

  22. itmam Feb 8th, 2009 @ 08:32 | #22

    puisinya bagus,,, menyentuh setiap relung hati pembacanya,, terlebih kita sebagai ikhwan muslim

  23. itmam Feb 8th, 2009 @ 08:33 | #23

    => mas didien@, achoey, bujanglahat lagi pada kena virus yah? :mrgreen:

  24. itmam Feb 8th, 2009 @ 08:34 | #24

    waduh… gawat nih.. virusnya menyebar sampai kairo… hiks…
    kabuuuuurrrrrrrrr……:D

  25. iwan Feb 8th, 2009 @ 09:59 | #25

    kalau boleh tau sapa tuh nathalia handal…dia orang mana..
    kok perhatian bangat yah ma orang palestina…
    bagus bangat lagi puisinya…….
    makasih dah mentranslate…..

  26. fandi88 Feb 9th, 2009 @ 06:54 | #26

    lam kenal om,. silakan mampir ke blog punya keponakanmu,,

    ituh nathalie handal ato nathalie sandal,,

  27. Denok Feb 9th, 2009 @ 14:40 | #27

    Oh..No ternyata setelah lama gak kesini Pak Cahyo ternyata masih saja suka mengganti liryk lagu ke bahasa inggris dan sebaliknya…
    Hmm salut deh inggrisnya..
    Absen Pak, setelah lama gak nongol. hehe.. :)

  28. star Feb 9th, 2009 @ 15:29 | #28

    Hi friend.. Interesting post.. Keep up the good work.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!

  29. bocahbancar Feb 10th, 2009 @ 00:29 | #29

    Aku kok belum pernah liat di TV yaw..(wah katrok nich)

Submitting Comment, Give me a second...

Leave a comment


× eight = 8

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackbacks & Pingbacks ( 0 )
  1. No trackbacks yet.