As (prep) : ketika
the golden mile (noun) : (harafiah) kilauan emas bermil-mil à jalanan yang berkilauan
the pretty aisle (noun) : aisle à lorong, gang, tempat jalan
there’s nothing (phrase) : tak ada sesuatupun
I wouldn’t do (phrase) : Sesuatu yang tak kan kulakukan
To be near (prep) : to be close à dekat dengan
Every hour (adverb): setiap jam à setiap waktu
every minute (adverb) : tiap menit à setiap saat
Take my hand (verb) : take à pegang, peluk
let me lead the way (verb) : lead à membimbing, menunjukkan jalan
All through (adverb) : sepanjang melintasi
by your side (adverb) : di sisimu
Till death do us part (adverb) : Hingga maut memisahkan kita
Baby (noun) : sayang,
never end (adverb) : tak kan sirna
wake up (verb) : terjaga – get up (verb) à bangun
lying (verb) : to lay à berbaring
wonder (verb) : not sure à khawatir
look into (verb) : melihat ke, di
belongs to (verb) : own à milik
we can have it all (phrase) : kita punya semuanya à kita bisa melakukan apa saja
There’ll be good times (phrase) : Akan ada saat-saat yang indah
And there’ll be bad (phrase) : Dan ada saat yang menyedihkan
stand (verb) : berdiri, berada
All the way (adverb) : Sepanjang jalan
through the years (phrase) : sepanjang melintasi waktu
As life will put us through (phrase) : sepanjang hidup menyatukan kita
winter nights (adverb) : malam musim salju à malam-malam yang dingin
I’ll keep you (verb) : akan kujaga dirimu (tetap dalam keadaan)
warm inside (phrase) : hangat di dalam
Yeah, baby, I will
Yeah…. Sayang, ku akan..
<h2> Discussion </h2>
Ungkapan Till death do us apart : biasanya diungkapkan oleh sepasang mempelai yang mengucapkan janji untuk saling setia. Biasanya diucapkan di depan altar gereja disaksikan oleh pendeta dan para udangan.
arti dari ungkapan ini adalah : hingga maut yang memisahkan kita. Ini menggambarkan sebuah harapan dari sepasang pengantin yang ingin kehiudpan pernikahannya langgeng.
Suasanya pernikahan dalam lagu ini dapat di lihat dari dua kalimat pertama:
As we walk the golden mile (Ketika kita berjalan di jalanan yang berkilauan) : bayangkan sebuah ruangan yang dihiasi dengan warna keemasan di sepanjang dindingnya. Dan juga karpet penuh bungan bertaburan disana.
Down the pretty aisle (turun melintasi lorong yang indah) : kalau anda pernah menyaksikan film-film yang ada adegan prosesi pernikahan di gereja… bayangan kita dibawa kepada sepasang mempelai yang melewati lorong diantara kursi-kursi para undangan.
Pada bait berikutnya juga merupakan ungkapan seseorang yang baru menikah digambarkan dengan pas [ ciee.. yang belum nikah nggak bisa bayangin deh…
]
When I wake up every day : Ketika aku bangun tiap hari
With you lying in my arms : Ketika kau berbaring di lenganku
I wonder if I’m dreaming : Aku khawatir jika aku sedang mimpi
Ya begitulah bayangannya, selama ini orang yang kita kenal mungkin hanya melihat wajahnya saja dan bertemu muka seperlunya. Kemudian setelah prosesi pernikahan yang menjadikannya sah sebagai suami istri, sehingga diperbolehkan untuk tidur bersama
[ nggak manas-manasi yang belum nikah
]
Maka begitu membuka mata ada “sesuatu yang asing”, sesuatu yang baru, karena ada orang lain yang menemani disisi kita.. setiap hari.
Coba perhatikan kalimat berikutnya:
I wonder if I’m dreaming : Aku khawatir jika aku sedang mimpi
When I look into your eyes : Ketika ku lihat di matamu
I just can’t believe it’s true : Ku hanya tak percaya itu benar
That my heart belongs to you : Kalau hatiku milikmu
Baby, we can have it all : Sayang, kita bisa dapatkan semuanya
Ya sudah jelas itu…
Ah kepanjangan.. bikin kringetan yang laen
Tetapi dalam konsep islam, saya telah membuat tulisan yang merupakan anti-tesis dalam ungkapan Till death do us apart judulnya:
Even death can’t do us apart – bahkan mautpun takkan memisahkan kita.
Nantikan linknya disini
:http://hmcahyo.wordpress.com/2008/08/07/life-is-beautiful-bahkan-maut-pun-tak-kan-memisahkan-kita/
****


wah sedikit sedikit saya bisa belajar bahasa nih disini…