Home > kosataka, Nasheed > Forgive Me – Ahmed Bukhatir

Forgive Me – Ahmed Bukhatir

Maafkan – Ahmed Bukhatir

Today, upon a bus,
hari ini, di atas bis

I saw a girl with golden hair.
Aku lihat seorang bocah peremuan berambut emas

And wished I was as fair.
Dan aku berharap seberuntung dia

When suddenly she rose to leave,
Ketika dia bangkit untuk turun,

I saw her hobble down the aisle.
Aku lihat dia tertatih melewati lorong (bis)

She had one leg and wore a crutch.
Dia punya satu kaki dan memakai kruk

But as she passed, she smiled.
Ketika berpapasan, dia tersenyum

Oh God, forgive me when I whine.
Oh Tuhan, maafkan aku jika suka mengeluh

I have two legs the world is mine.
Aku punya dua kaki, dan dunia jadi milikku

With feet to take me where I `d go.
Dengan kaki yang bisa aku bawa kemana aku pergi

With eyes to see the sunset’s glow.
Dengan mata yang bisa melihat matahari terbenam

With ears to hear what I’d know.
Dengan telinga yang bisa aku mendengar

Oh God, forgive me when I whine.
Oh Tuhan, maafkan aku jika suka mengeluh

I have been blessed indeed, the world is mine.
Aku telah banyak dapat karunia, dunia milikku.

I stopped to buy some candy.
Aku turun dan beli permen

The lad who sold it had such charm.
Penjual yang melayani sangat tampan

I talked with him, he seemed so glad.
Aku bicara dengannya, dia nampak senang

If I were late, it `d do no harm.
Jika aku terlambat, aku pasti melukainya

And as I left, he said to me,
Dan ketika aku pergi, dia berkata padaku

“I thank you, you’ve been so kind.
“Terima kasih, anda sangat baik.

You see,” he said, “I `m blind”
Lihatlah,” dia berkata, “Aku buta”

Oh God, forgive me when I whine.
Oh Tuhan, maafkan aku jika suka mengeluh

I have two eyes the world is mine.
Aku punya dua mata, dan dunia milikku.

With feet to take me where I `d go.
Dengan kaki yang bisa aku bawa kemana saja

With eyes to see the sunset’s glow.
Dengan mata yang bisa melihat matahari terbenam

With ears to hear what I’d know.
Dengan telinga yang bisa mendengar apa yang aku tahu

Oh God, forgive me when I whine.
Oh Tuhan, maafkan aku jika suka mengeluh

I have been blessed indeed, the world is mine.
Aku telah banyak dapat karunia, dunia milikku.

I saw a child with eyes of blue.
aku lihat seorang anak dengan mata biru

He stood and watched the others play.
Dia berdiri dan melihat rekannya bermain

He did not know what to do.
Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan

I stopped a moment and then I said,
Aku berhenti sejenak dan berkata,

“Why don’t you join the others, dear?”
Mengapa kamu tidak bermain dengan yang lain, sayang?

He looked ahead without a word.
Dia melihat kedepan tanpa suara

And then I knew. He couldn’t hear.
Dan saya kemudian tahu, dia tak dapat mendengar

Oh God, forgive me when I whine.
Oh Tuhan, maafkan aku jika suka mengeluh

I have two ears the world is mine.
Aku punya dua telinga dan dunia serasa milikku

With feet to take me where I `d go.
Dengan kaki yang bisa aku bawa kemana saja

With eyes to see the sunset’s glow.
Dengan mata yang bisa melihat matahari terbenam

With ears to hear what I’d know.
Dengan telinga yang bisa mendengar apa yang aku tahu

Oh God, forgive me when I whine.
Oh Tuhan, maafkan aku jika suka mengeluh

I have been blessed indeed, the world is mine
Aku telah banyak dapat karunia, dunia milikku.

Watch on youtube: http://www.youtube.com/watch?v=_ccgbH0YTQA

Add a Facebook Comment

  1. hanggadamai May 7th, 2008 @ 15:35 | #1

    iya diriku maapkann
    *kaburrrr*

  2. pras May 8th, 2008 @ 13:26 | #2

    Wah gmana ya? bisa ngajarai dari awal ga?

Submitting Comment, Give me a second...

Leave a comment


9 − = six

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackbacks & Pingbacks ( 0 )
  1. No trackbacks yet.